SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI, JANGAN LUPA TINGGALKAN PESAN DI SHOUTBOX AGAR SAYA BISA MENGUNJUNGI BALIK curhatku: artikel pendidikan tips mengajar dengan kreatif

Sekolah Para Juara

Semua anak adalah cerdas. Ada 8 kecerdasan menurut Gardners yang kita kenal dengan Multiple intelegencies. SDII Al Abidin berupaya mengembangkan setiap potensi kecerdasan sehingga semua siswa berpeluang menjadi juara di bidangnya masing-masing

Sekolah Tanpa PR

PR ternyata bukan sarana efektif untuk menjadikan anak kita cerdas. Bahkan bagi sebagian besar anak, PR adalah beban. Di SDII Al Abidin, siswa kelas 1 dan 2 bebas PR agar ananda bisa berkembang optimal dan menikmati masa kecilnya dengan ceria. Mulai kelas 3 baru ada PR secara bertahap.

Sekolah 6 Bahasa

Bahasa merupakan alat terpenting komunikasi serta menjadi alat yang memperlancar menuju kesuksesan. Oleh karena itu bahasa harus diperkenalkan sejak awal. Di SDII Al Abidin ada 6 bahasa yang di ajarkan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jawa, Bahasa Jepang, dan bahasa Mandarin

Sekolah Menyenangkan

Menurut para ahli ketika seseorang senang, otak dalam posisi optimal untuk menyerap materi pelajaran. Oleh karena itulah SDII Al Abidin mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti game, nyanyian, tepuk, dongeng, menonton film, CTL, dan outing class

Sekolah Berbasis IT

Information Technology merupakan hal mutlak yang harus dimiliki. Oleh karena itu SDII Al Abidin mengajarkan kemampuan IT pada peserta didiknya. Aplikasi open source linux adalah pilihannya.

Showing posts with label artikel pendidikan. Show all posts
Showing posts with label artikel pendidikan. Show all posts

Thursday, August 30, 2012

Sunday, April 15, 2012

Gerakan 10 Menit Membaca


"Minat baca anak jaman sekarang kok rendah banget ya" Kata pak Anton, guru Bahasa Indonesia
"Jelas saja pak, anak-anak jaman sekarang sudah terlalu banyak nonton televisi" Bu Ari Menimpali

Begitulah, kenyataan yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia saat ini. Niat mulia agar anak dan umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak membaca, terbentur dengan industri hiburan khususnya televisi yang berlomba menyajikan tayangan yang sangat menarik minat anak-anak. akibatnya anak lebih senang berlama-lama menonton tayangan televisi dari pada membuka lembar demi lembar buku. to be continue..

Sunday, March 15, 2009

multiple intelligences


Anak yang cerdas adalah anak dengan nilai matematika bagus. Nilai IPA bagus. Pokoknya semua pelajaran nilainya bagus. Salahkah pendapat ini? Sama sekali tidak. lantas apa yang perlu dikoreksi dari pernyataan ini? jika boleh diibaratkan, menilai kecerdasan hanya dari nilai akademik semata ibarat meraba gajah baru kena belalainya dan berkesimpulan bahwa gajah adalah makhluk yang panjang dan bulat. padahal bagian dari gajah bukan hanya belalainya. maksud dari permisalan dalam kontek ini adalah bahwa kecerdasan bukan hanya dilihat dari nilai akademiknya saja.

Anda tentu sudah tahu tentang multiple intelegencies bukan? bahwa kecerdasan itu ada 8 macam. Yaitu kecerdasan logis, kecerdasan linguistik, kecerdasan kinestetis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan naturalis, kecerdasan visual spasial. Selama ini yang paling sering diapresiasi khalayak termasuk masyarakat sekolah, adalah kecerdasan yang terkait dengan pelajaran akademik saja, lantas bagaimana nasib kecerdasan yang lain? Tidak adakah tempat untuknya?

Friday, March 13, 2009

Suasana hati pengaruhi mood murid


Aku pernah denger, suasana hati dari pengajar akan mempengaruhi kondisi dari yang diajar. kalau pengajar dalam kondisi senang, maka yang diajar juga akan merasa senang atau minimal merasa nyaman. sebagai guru muda saya belum pernah memperhatikan sampai sedetail itu, tapi pengalaman kemarin pagi paling tidak membuat aku yakin akan pernyataan tersebut.

Kelasku kata beberapa orang temen termasuk yang dinamis, sehingga diperlukan upaya-upaya kreatif untuk mengkondisikannya, dan jujur saja saya sering gagal. Ketika saya berupaya mendiamkan anak, yang terjadi malah sebaliknya. Saya mencoba cara-cara yang digunakan rekan kerjaku ketika berada di kelasku, tapi hasilnya tidak sama seperti ketika aku yang melakukannya.Jujur saja saya termasuk orang yang kalau melakukan sesuatu sering tidak total sehingga hasilnya juga kurang total.

Nah kemarin pagi ketika saya memang dari rumah dalam kondisi relaks dan senang saya msuk kelas dan mencoba menenangkan anak, suangguh diluar dugaan, murid-murid saya mengikuti instruksi saya walaupun saya tidak menggunakan suara tinggi dan raut muka seram. setelah saya pikir-pikir ternyata ketika hati dalam kondisi plong, yakin bisa, dan ikhlas, hasilnya ternyata optimal.